Saturday, 9 November 2024

API NERAKA JAUH LEBH PANAS DARI API DUNIA

 


"Api Neraka Jauh Lebih Panas Dari Api Dunia – Hanya Sekelumit Bukti Kekuasaan-Nya" 


Apabila kita berbicara tentang api dunia yang paling panas, ia mungkin merujuk kepada pusat matahari yang mencapai suhu lebih kurang 15 juta darjah Celsius. Tetapi, itulah hanya satu kecil daripada kuasa Allah yang tidak terbatas. Jika kita menilai dari sudut keinsafan, betapa api dunia yang kita anggap panas sebenarnya tidak mampu menandingi api neraka yang digambarkan oleh Allah SWT dalam al-Quran.


Allah SWT berfirman dalam Surah At-Taubah, ayat 81: "Api neraka itu lebih panas jika mereka mengetahui."


Bayangkan, Allah yang mencipta seluruh alam ini memberi amaran bahawa panasnya api neraka itu jauh lebih dahsyat dari apa yang mampu kita bayangkan. Suhu api dunia—seperti api biasa, api gunung berapi, malah api matahari—sekadar contoh kecil sahaja.


Sejauh Mana Sebenarnya Panas Api di Dunia Ini?


Setakat ini, suhu tertinggi yang pernah dirakamkan di dunia berlaku dalam eksperimen fusi nuklear, yang mencapai sekitar 5.5 bilion darjah Celsius – lebih panas dari inti matahari! Namun, saintis berusaha untuk menghasilkan suhu yang ekstrem ini untuk memahami rahsia alam semesta. Walaupun begitu, apa yang manusia anggap sebagai pencapaian suhu tertinggi ini belum mampu menandingi api neraka yang tidak terfikirkan panasnya. Rasulullah SAW bersabda:


"Api kamu ini, yang dinyalakan oleh anak Adam adalah satu bahagian dari tujuh puluh bahagian daripada panasnya api neraka." (Hadis riwayat Muslim)


Hadis ini mengingatkan kita bahawa api dunia yang kita takutkan ini hanyalah satu pecahan kecil dari panasnya api neraka.


Merenung Kembali Dengan Keinsafan


Apa yang kita ketahui tentang api dunia sudah cukup membuatkan kita gentar. Bayangkan jika terkena percikan kecil dari api, sudah terasa sakitnya. Tetapi neraka? Masih mahu kita abaikan peringatan Allah? Mungkin kadang-kadang kita leka, menganggap peringatan tentang azab dan api neraka ini jauh dari realiti kita. Namun, al-Quran dan hadis hadir untuk membawa kita kembali kepada hakikat – untuk membentuk keinsafan dalam hati bahawa dunia ini hanyalah sementara.


Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Mulk, ayat 6: "Dan bagi orang-orang yang kafir kepada Tuhan mereka, azab Neraka Jahanam; dan itulah seburuk-buruk tempat kembali."


Maka, marilah kita renungkan sejenak. Hidup kita bukan semata-mata untuk kesenangan dunia yang sementara. Panasnya api neraka itu bukan untuk sekadar menakutkan, tetapi untuk kita mengambil iktibar dan peringatan.


Api dunia mungkin panas, tetapi ia bukan tandingan bagi api neraka yang dijanjikan Allah SWT kepada mereka yang ingkar. Semoga peringatan ini menambah keinsafan dalam hati kita, agar sentiasa berusaha mendekatkan diri kepada Allah SWT, dan menjauhkan diri dari segala larangan-Nya.


MasyaAllah, betapa luasnya rahmat dan amaran dari Allah ini – moga kita menjadi hamba yang sentiasa insaf dan berusaha memperbaiki diri.

RAHSIA REZEKI : BILA KITA BANTU ORANG LAIN , ALLAH BANTU KITA

 


"Rahsia Rezeki: Bila Kita Bantu Orang Lain, Allah Bantu Kita"


Dalam kehidupan, ramai yang mengejar rezeki, namun kadangkala kita terlupa bahawa rahsia terbesar dalam rezeki bukan hanya sekadar usaha sendiri. Rasulullah SAW bersabda:


"Barang siapa memudahkan kesulitan orang lain, Allah akan memudahkan urusannya di dunia dan akhirat." (Hadis Riwayat Muslim)


Hadis ini mengajarkan bahawa apabila kita meringankan beban orang lain, kita sedang membuka pintu rezeki yang tidak disangka-sangka untuk diri sendiri. Dalam rezeki yang kita terima, terselit rezeki orang lain. Setiap kebaikan yang kita lakukan, Allah SWT memandangnya dengan penuh kasih sayang dan akan memberi balasan berlipat ganda.


Sebagai contoh, membantu rakan yang sedang dalam kesusahan, menyumbang kepada mereka yang memerlukan, atau bahkan sekadar memberikan senyuman dan kata-kata semangat – semuanya adalah amalan yang membawa keberkatan. Allah berfirman dalam Surah Al-Baqarah, ayat 261:


"Perumpamaan orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir; pada tiap-tiap bulir ada seratus biji. Allah melipatgandakan (pahala) bagi siapa yang Dia kehendaki."


Doa ini boleh diamalkan untuk memohon rezeki yang berkat dan kemudahan dalam kehidupan:


اللَّهُمَّ اكْفِنِي بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ، وَأَغْنِنِي بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ


"Ya Allah, cukupkanlah aku dengan rezeki halal-Mu daripada yang haram, dan kayakanlah aku dengan kurniaan-Mu daripada bergantung kepada selain-Mu." (Hadis Riwayat Tirmidzi)


Kesimpulannya, jadilah pemudah jalan untuk orang lain, dan lihat bagaimana Allah SWT membuka pintu-pintu kemudahan buat kita. Rezeki bukan sekadar harta, tetapi juga ketenangan, kebahagiaan, dan kelapangan jiwa.

KETIKA REZEKIMU HABIS, MAKA AJALPUN TIBA



 "KETIKA REZEKIMU HABIS, MAKA AjALPUN TIBA"


'Rugi kalau tidak baca sampe selesai'


Jangan perdulikan jasadmu yang akan busuk dan hancur !

Kaum muslimin akan melaksanakan kewajiban mereka;


1. Memandikan mu

2. Mengkafani mu

3. Menyalati mu

4. Menguburkan mu


Yakinlah bahwa;

"Dunia tidak sedih karena Kematian mu"


"Alam semesta tidak berduka atas kepergian mu !

"Segala sesuatu akan berjalan seperti biasa dan tidak berubah dengan perpisahan mu !

"Perekonomian akan terus berputar !

"Pekerjaanmu, akan digantikan orang lain!

Hartamu akan pindah tangan secara halal kepada ahli waris!


Sementara ​Anda yang akan di HISAB atas segala sesuatu hingga perkara yang besar sampai dengan hal yg paling kecil !


Yang pertama lepas dari mu adalah nama mu...


Saat Anda meninggal dunia: Orang-orang bertanya; ​​Dimana mayatnya ?​​

  

Mereka tidak lg memanggil mu dengan namamu...

   Namamu tinggal kenangan belaka.


Ketika mereka akan menshalati, mereka bilang; ​​Bawa sini jenazahnya!

Mereka tidak lagi menyebutkan namamu.. Betapa cepat namamu hilang berlalu....​


Ketika mereka akan menguburkan mu, mereka berkata;  ​Dekatkan mayitnya!​ tanpa menyebutkan namamu....


Karena itu... 

Janganlah tertipu oleh kehormatan, status sosial dan kelebihan kelompokmu !!

Jangan terperdaya oleh kedudukan, jabatan dan nasab keturunanmu !!


"Alangkah sepelenya dunia ini... dan betapa besar apa yang akan kita hadapi"


Kesedihan orang atas kepergian mu ada 3


1.Orang yang mengenal mu sepintas akan mengatakan: ​​Kasihan !!...


2.Teman dan sahabatmu akan bersedih beberapa saat atau beberapa hari, kemudian mereka  kembali pada rutinitas dan canda tawa mereka.


3.Kesedihan mendalam di rumah...Keluargamu akan bersedih sepekan... satu-dua bulan atau hingga satu tahun... 

Kemudian mereka akan meletakkanmu dalam album kenangan...


Demikianlah.....

Kisah mu di antara manusia telah berakhir.....


Anda hanya tinggal ​album kenangan


"Kisah mu yang sebenarnya baru dimulai... bersama sesuatu yang nyata, yaitu; Alam Akhirat​"


"Telah lepas darimu"

1.Ketampanan/Kecantikan

2.Harta, Rumah

3.Kedudukan/Jabatan

4.Anak

5.Istri/Suami


"Kehidupan mu yang sesungguhnya baru dimulai​"


Pertanyaannya sekarang adalah;


​Apa yang telah Anda siapkan untuk kubur dan akhirat mu?.... Ini adalah kenyataan yang akan terjadi dan perlu direnungkan !!


​Check ibadahmu,  yang wajib dan yang sunnah​...

​Check Amal shaleh dan Sedekah​ mu...

​Check perilaku dan tingkah laku mu...


​Semoga kita semua menyiapkan bekal utk kehidupan yg kekal, Dan Selamat di Akhirat...


Jika Anda membantu mengingatkan orang lain dengan menyebar postingan ini... ​In Sya Allaah...​

 Anda akan dapatkan buah dari peringatan Anda ini dalam timbangan amal kebaikan pada hari Kiamat.


Allaah berfirman;

 (وذكّر فإن الذكرى تنفعُ المؤمنين)  

"Dan berilah peringatan! karena peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang beriman"


Kenapa Mayit memilih "Sedekah"​ jika kembali ke dunia? Sebagaimana firman Allah;

 رب لولا أخرتني إلى أجل قريب:  فأصدق

"Ya Allaah jika Engkau tunda ajalku sebentar saja, niscaya aku akan bersedekah"​

Mereka tidak mengatakan:

➡ Niscaya Aku akan Haji/Umrah..

➡ Niscaya Aku akan Shalat..

➡ Niscaya Aku akan Puasa..


Para ulama menjelaskan : "Mayit hanya mengatakan "SEDEKAH",  karena dia melihat dampak sedekah yang sangat besar setelah kematian"


"Maka ​perbanyaklah sedekah​"

utk saat ini bersedakahlah dengan mengirim/menyebarkan postingan ini pada teman/saudara ​dengan niat karena Allah, Aamiin Ya Rabbal Alamin

بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــم

Ya Allaah...

✅ Muliakanlah orang yang membaca dan membagikan status ini

✅ Entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid

✅ Lapangkanlah hatinya Bahagiakanlah keluarganya

✅ Luaskan rezekinya seluas lautan

✅ Mudahkan segala urusannya

✅ Kabulkan cita-citanya

✅ Jauhkan dari segala Musibah

✅ Jauhkan dari segala Penyakit,Fitnah,Prasangka Keji,Berkata Kasar dan Mungkar...Aamiin 

✅ semoga yang menulis Aamiin  dan yang membagikan ini di jauhkan dari siksa kubur kelak... Aamiin Yaa Robbal'alamiin 🤲🏻🤲🏻🤲🏻

semoga bermanfaat


Barakallahufiikum

Sunday, 27 October 2024

TENTANG USIA 40 AN DALAM AL QURAN


 Ramai tidak sedar dalam Al Quran ada menyentuh tentang usia 40an 


حَتَّى إَذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِيْنَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِى أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِى أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِى فِى ذُرِّيَّتِى إِنِّى تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّى مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ (١٥) الاحقاف


Apabila dia telah dewasa dan usianya sampai empat puluh tahun, ia berdoa: “Ya Tuhanku, tunjukkanlah aku jalan untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapaku dan supaya aku dapat berbuat amal yang soleh yang engkau redhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang muslim.” 


Al Ahqaf: 15


وفى تفسير ابن كثير: وهذا فيه إرشاد لمن بلغ الأربعين أن يجدد التوبة والإنابة إلى الله - عز وجل - ويعزم عليها. 


Menurut Ibn Kathir, ayat ini memberikan petunjuk bahawa manusia apabila menjelang usia 40 tahun hendaklah memperbaharui taubat dan kembali kepada Allah 'Azza wa Jalla dengan bersungguh-sungguh.


Usia 40 tahun disebut dengan jelas dalam ayat ini. Pada usia inilah manusia mencapai puncak kehidupannya baik dari segi fizikal, intelektual, emosi, mahupun spiritualnya.


Doa yang terdapat dalam ayat tersebut dianjurkan untuk dibaca oleh mereka yang berusia 40 tahun dan ke atas. Doa yang menggambarkan jiwa yang bersyukur dalam menerima nikmat yang sempurna, kecenderungan untuk beramal, yang telah mempunyai keluarga yang harmoni, kecenderungan untuk bertaubat dan kembali kepada Allah Ta'ala.


Dalam ayat yang lain.....


أَوَلَمْ نُعَمِّرْكُمْ مَا يَتَذَكَّرُ فِيْهِ مَنْ تَذَكَّرَ وَجَاءَكُمُ النَّذِيْرُ (٣٧)


Apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam tempoh yang cukup untuk berfikir bagi orang-orang yang mahu berfikir, dan (apakah tidak) datang kepadamu pemberi peringatan? 


Al Fathir: 37


عن مجاهد قال : سمعت ابن عباس يقول : العمر الذي أعذر الله إلى ابن آدم : ( أولم نعمركم ما يتذكر فيه من تذكر ) أربعون سنة .

Mujahid berkata, aku mendengar daripada Ibnu Abbas berkata :


" Usia yang Allah beri peringatan kepada anak Adam dengan 


( أَوَلَمْ نُعَمِّرْكُمْ مَا يَتَذَكَّرُ فِيْهِ مَنْ تَذَكَّرَ وَجَاءَكُمُ النَّذِيْرُ ) ialah 40 tahun.


عن مسروق أنه كان يقول : إذا بلغ أحدكم أربعين سنة ، فليأخذ حذره من الله عز وجل .


Masruq berkata :


" Apabila seorang kamu berumur 40 tahun, maka ambillah peringatan daripada Allah Azza wa Jalla ".


Usia 40 tahun adalah usia matang untuk kita bersungguh-sungguh dalam hidup. Mengumpulkan pengalaman, menajamkan hikmah dan kebijaksanaan, membuang kejahilan ketika usia muda, lebih berhati-hati, melihat sesuatu dengan hikmah dan penuh penelitian. Maka tidak hairan tokoh-tokoh pemimpin muncul secara matang pada usia ini. Bahkan Nabi SAW seperti yang disebut oleh Ibn ‘Abbas:


عن ابن عباس قال أنزل على رسول الله صلى الله عليه وسلم وهو ابن أربعين فأقام بمكة ثلاث عشرة وبالمدينة عشرا وتوفي وهو ابن ثلاث وستين قال أبو عيسى هذا حديث حسن صحيح


“Diturunkan wahyu Rasulullah SAW pada usianya 40 tahun, lalu baginda tinggal di Makkah 13 tahun dan di Madinah 10 tahun, dan wafat pada usianya 63 tahun".


HR Tirmizi

Ibnu Abbas RA dalam suatu riwayat berkata:


من أتى عليه أربعون سنة ولم يغلب خيره شره فليتجهز إلى النار


“Barangsiapa mencapai usia 40 tahun dan amal kebajikannya tidak mantap dan tidak dapat mengalahkan amal keburukannya, maka hendaklah ia bersiap-siap ke neraka.”


Imam asy-Syafi’i tatkala mencapai usia 40 tahun, beliau berjalan sambil memakai tongkat. Jika ditanya, jawab beliau, “Agar aku ingat bahwa aku adalah musafir. 


( قيل للشافعي - رحمه الله - : ما لَكَ تُكثر من إمساك العصا وأنت لست بضعيف ؟ قال : لأتذكر أني مسافر )


Justeru...apa yang perlu dilakukan menjelang usia 40 tahun...


1. Meneguhkan tujuan hidup

2. Meningkatkan kekuatan ruhiyyah

3. Menjadikan uban sebagai peringatan

4. Memperbanyak bersyukur

5. Menjaga makan dan tidur 

6. Menjaga istiqamah dalam ibadah dan perjuangan.     


Sedikit tazkirah... Khas utk kita yg ke arah, di alam,  di hujung dan telah melewati 40an.

Thursday, 24 October 2024

EMPAT WAKTU PENUH KEBERKATAN

 



Empat Waktu Penuh Keberkatan


1. Pertama, menjelang azan Subuh. 

2. Kedua, setelah solat Subuh sampai terbit matahari

3. Ketiga, menjelang azan Maghrib

4. Keempat setelah solat Maghrib sampai solat Isyak

5. Pesanan dari Al Habib Quraisy Baharum, sesiapa yang betul-betul menjaga dan memperhatikan empat waktu ini, kerana kebanyakan manusia begitu banyak lalai, mengabaikan keberkatan dan kelebihannya, banyak bersikap sambil lewa kerana kesibukan kerja dan urusan hidup seharian.

6. Pada hal keempat-empat waktu ini sangat besar manfaatnya kepada kehidupan kita. Jika kita mampu dan berupaya menjaganya dengan baik dan serius memperhatikannya dalam hidup seharian kita, maka Allah akan mengurniakannya banyak kelebihan. 


7. Antara kelebihannya adalah...

● Hari yang dillaluinya akan penuh dengan keberkatan dan kerahmatan daripada Allah SWT.

● Segala dosanya akan diampunkan oleh Allah SWT Yang Maha Mengampunkan

● Pahala dan ganjaran dari ibadah dan kebaikannya akan dilipatgandakan oleh Allah SWT.

● Doanya akan dimakbulkan oleh Allah

● Keluarganya akan diberikan sakinah oleh Allah SWT

● Dikurniakan anak-anak yang soleh dan solehah 

● Rezekinya akan diluaskan

● Hatinya sentiasa lapang, jiwanya sentiasa tenang

● Diberikan  banyak hikmah dalam hidup

● Mendapat kematian yang husnol khotimah

8.  Moga kita lebih lebih cermat menyusun waktu dan rutin harian, apa lagi bagi kita yang sudah melepasi zaman  keterikatan dengan waktu kerja lapan pagi hingga lima petang. Moga masih ada ruang untuk kita sentiasa memperbaiki keadaan hidup kita yang semakin pendek ini. Amin

DOSA DI TANGGA MASJID

 


DOSA DI TANGGA MASJID


*Nak sentuh perkara kecil sahaja.* Begini ceritanya....Jumaat lepas ketika ke masjid, saya berhenti di tangga utama masjid memerhati mereka yang datang ke masjid untuk solat Jumaat. 


*Di tangga masjid telah banyak kasut dan selipar diletak dekat tangga oleh orang yang datang awal.* Seorang jemaah yang tiba saya lihat menolak kasut dan selipar dengan kakinya di tangga untuk meletak kasutnya. Datang seorang lagi pun serupa juga, *habis lintang pukang kasut orang yang datang awal.*

Seorang ustaz tiba-tiba menepuk bahu saya dan bertanya apa yang saya sedang fikirkan. 

*Saya pun bertanya dia :* 

*Tidakkah berdosa perbuatan mereka menolak kasut orang lain kerana nak letak kasut sendiri?*

Ustaz ini senyum sambil berkata,  *berdosa* kerana mereka yang datang awal telah mendapat tempat itu *sebagai haknya,* sama seperti dia mendapat hak di dalam masjid. 

*Mereka yang menolak kasut orang itu mementing diri.* Awak datang lewat, carilah tempat yang kosong untuk letak kasut. Yang terlebih baik, kasut disusun dalam susunan yang tertib, tidak berselerak. *Jom kita ubah.*

*Niat sudah baik untuk bersolat,* tetapi disertai *perbuatan dosa.* Ianya kecil, tetapi mungkin menyakiti hati orang lain. Kadang kita tidak sedar kita mengumpul dosa. 

*FIKIRKANLAH.. MEREKA YANG BERUSAHA MENJADI BAIK, MESTILAH MEMIKIRKAN DOSANYA WALAUPUN KECIL..*


*Wallahu'alam.. Moga bermanfaat.. Aamiin..*


Monday, 11 October 2021

KEMANISAN IMAN

 


KEMANISAN IMAN


عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ ثَلَاثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ حَلَاوَةَ الْإِيمَانِ أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْءَ لَا يُحِبُّهُ إِلَّا لِلَّهِ وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُودَ فِي الْكُفْرِ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِي النَّارِ

Daripada Anas bin Malik dari Nabi SAW, baginda bersabda: "Tiga perkara yang apabila ada pada diri seseorang, ia akan mendapatkan manisnya iman: Dijadikannya Allah dan Rasul-Nya lebih dicintainya dari selain keduanya. Jika ia mencintai seseorang, dia tidak mencintainya kecuali kerana Allah. Dia benci kembali kepada kekufuran seperti dia benci bila dilempar ke neraka"(HR Bukhari No: 15) Status: Hadis Sahih


Pengajaran:


1.  Tiga perkara jika dimiliki akan menjadikan seseorang mendapat kemanisan iman:


a.  Allah dan Rasul-Nya lebih dicintai dari segala-galanya di dunia.


b.  Mencintai seseorang hanya kerana Allah.


c.  Tidak suka kembali kepada kekufuran setelah Allah menyelamatkannya, sebagaimana ia tidak mahu untuk dicampakkan ke dalam api neraka.


2.  Mencintai Rasulullah SAW mewajibkan adanya penghormatan, ketundukan dan mengikuti serta mencontohi apa yang dilakukan oleh baginda (mengagungkan sunnahnya).


Allah berfirman:

قُلۡ إِن كُنتُمۡ تُحِبُّونَ ٱللَّهَ فَٱتَّبِعُونِي يُحۡبِبۡكُمُ ٱللَّهُ وَيَغۡفِرۡ لَكُمۡ ذُنُوبَكُمۡۚ وَٱللَّهُ غَفُورٞ رَّحِيمٞ ٣١ 

“Katakanlah: ‘Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, nescaya Allah akan mencintai kamu dan mengampuni dosa-dosamu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.’” [Ali ‘Imran: 31]


Ibnu Katsir ketika menafsirkan ayat ini menyatakan: “Ayat ini adalah pemutus hukum bagi setiap orang yang mengaku mencintai Allah namun tidak mahu menempuh jalan yang dilalui Rasulullah SAW, maka orang itu dusta dalam pengakuannya sehinggalah ia mengikuti syariat dan agama yang dibawa Rasulullah SAW dalam semua ucapan dan perbuatannya.” 


3.  Di antara tanda cinta kepada Rasulullah SAW adalah dengan mengamalkan Sunnahnya, menghidupkan, dan mengajak kaum Muslimin untuk mengamalkannya, serta berjuang membela As-Sunnah dari orang-orang yang mengingkari As-Sunnah dan melecehkannya. Termasuk cinta kepada Nabi SAW adalah menolak dan mengingkari semua bentuk bid’ah yang menyesatkan.


4.  Mencintai seseorang adalah semata-mata kerana Allah. Ibnul Qayyim al-Jauziyyah berkata: “Setiap kecintaan dan pengagungan kepada manusia hanya dibolehkan dalam rangka mengikuti kecintaan dan pengagungan kepada Allah. Mencintai dan mengagungkan Rasulullah SAW  adalah penyempurnaan kecintaan dan pengagungan kepada Allah”. 

 Sumber

1 Hari 1 Hadith


🎋 _*Buat tanpa tapi....*_ 

       _*Lakukan tanpa nanti....*_


_Wassalam_


12hb Oktober  2021

05hb Rabiul Awal 1443H