Saturday, 9 November 2024

KETIKA REZEKIMU HABIS, MAKA AJALPUN TIBA



 "KETIKA REZEKIMU HABIS, MAKA AjALPUN TIBA"


'Rugi kalau tidak baca sampe selesai'


Jangan perdulikan jasadmu yang akan busuk dan hancur !

Kaum muslimin akan melaksanakan kewajiban mereka;


1. Memandikan mu

2. Mengkafani mu

3. Menyalati mu

4. Menguburkan mu


Yakinlah bahwa;

"Dunia tidak sedih karena Kematian mu"


"Alam semesta tidak berduka atas kepergian mu !

"Segala sesuatu akan berjalan seperti biasa dan tidak berubah dengan perpisahan mu !

"Perekonomian akan terus berputar !

"Pekerjaanmu, akan digantikan orang lain!

Hartamu akan pindah tangan secara halal kepada ahli waris!


Sementara ​Anda yang akan di HISAB atas segala sesuatu hingga perkara yang besar sampai dengan hal yg paling kecil !


Yang pertama lepas dari mu adalah nama mu...


Saat Anda meninggal dunia: Orang-orang bertanya; ​​Dimana mayatnya ?​​

  

Mereka tidak lg memanggil mu dengan namamu...

   Namamu tinggal kenangan belaka.


Ketika mereka akan menshalati, mereka bilang; ​​Bawa sini jenazahnya!

Mereka tidak lagi menyebutkan namamu.. Betapa cepat namamu hilang berlalu....​


Ketika mereka akan menguburkan mu, mereka berkata;  ​Dekatkan mayitnya!​ tanpa menyebutkan namamu....


Karena itu... 

Janganlah tertipu oleh kehormatan, status sosial dan kelebihan kelompokmu !!

Jangan terperdaya oleh kedudukan, jabatan dan nasab keturunanmu !!


"Alangkah sepelenya dunia ini... dan betapa besar apa yang akan kita hadapi"


Kesedihan orang atas kepergian mu ada 3


1.Orang yang mengenal mu sepintas akan mengatakan: ​​Kasihan !!...


2.Teman dan sahabatmu akan bersedih beberapa saat atau beberapa hari, kemudian mereka  kembali pada rutinitas dan canda tawa mereka.


3.Kesedihan mendalam di rumah...Keluargamu akan bersedih sepekan... satu-dua bulan atau hingga satu tahun... 

Kemudian mereka akan meletakkanmu dalam album kenangan...


Demikianlah.....

Kisah mu di antara manusia telah berakhir.....


Anda hanya tinggal ​album kenangan


"Kisah mu yang sebenarnya baru dimulai... bersama sesuatu yang nyata, yaitu; Alam Akhirat​"


"Telah lepas darimu"

1.Ketampanan/Kecantikan

2.Harta, Rumah

3.Kedudukan/Jabatan

4.Anak

5.Istri/Suami


"Kehidupan mu yang sesungguhnya baru dimulai​"


Pertanyaannya sekarang adalah;


​Apa yang telah Anda siapkan untuk kubur dan akhirat mu?.... Ini adalah kenyataan yang akan terjadi dan perlu direnungkan !!


​Check ibadahmu,  yang wajib dan yang sunnah​...

​Check Amal shaleh dan Sedekah​ mu...

​Check perilaku dan tingkah laku mu...


​Semoga kita semua menyiapkan bekal utk kehidupan yg kekal, Dan Selamat di Akhirat...


Jika Anda membantu mengingatkan orang lain dengan menyebar postingan ini... ​In Sya Allaah...​

 Anda akan dapatkan buah dari peringatan Anda ini dalam timbangan amal kebaikan pada hari Kiamat.


Allaah berfirman;

 (وذكّر فإن الذكرى تنفعُ المؤمنين)  

"Dan berilah peringatan! karena peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang beriman"


Kenapa Mayit memilih "Sedekah"​ jika kembali ke dunia? Sebagaimana firman Allah;

 رب لولا أخرتني إلى أجل قريب:  فأصدق

"Ya Allaah jika Engkau tunda ajalku sebentar saja, niscaya aku akan bersedekah"​

Mereka tidak mengatakan:

➡ Niscaya Aku akan Haji/Umrah..

➡ Niscaya Aku akan Shalat..

➡ Niscaya Aku akan Puasa..


Para ulama menjelaskan : "Mayit hanya mengatakan "SEDEKAH",  karena dia melihat dampak sedekah yang sangat besar setelah kematian"


"Maka ​perbanyaklah sedekah​"

utk saat ini bersedakahlah dengan mengirim/menyebarkan postingan ini pada teman/saudara ​dengan niat karena Allah, Aamiin Ya Rabbal Alamin

بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــم

Ya Allaah...

✅ Muliakanlah orang yang membaca dan membagikan status ini

✅ Entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid

✅ Lapangkanlah hatinya Bahagiakanlah keluarganya

✅ Luaskan rezekinya seluas lautan

✅ Mudahkan segala urusannya

✅ Kabulkan cita-citanya

✅ Jauhkan dari segala Musibah

✅ Jauhkan dari segala Penyakit,Fitnah,Prasangka Keji,Berkata Kasar dan Mungkar...Aamiin 

✅ semoga yang menulis Aamiin  dan yang membagikan ini di jauhkan dari siksa kubur kelak... Aamiin Yaa Robbal'alamiin 🤲🏻🤲🏻🤲🏻

semoga bermanfaat


Barakallahufiikum

Sunday, 27 October 2024

TENTANG USIA 40 AN DALAM AL QURAN


 Ramai tidak sedar dalam Al Quran ada menyentuh tentang usia 40an 


حَتَّى إَذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِيْنَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِى أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِى أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِى فِى ذُرِّيَّتِى إِنِّى تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّى مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ (١٥) الاحقاف


Apabila dia telah dewasa dan usianya sampai empat puluh tahun, ia berdoa: “Ya Tuhanku, tunjukkanlah aku jalan untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapaku dan supaya aku dapat berbuat amal yang soleh yang engkau redhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang muslim.” 


Al Ahqaf: 15


وفى تفسير ابن كثير: وهذا فيه إرشاد لمن بلغ الأربعين أن يجدد التوبة والإنابة إلى الله - عز وجل - ويعزم عليها. 


Menurut Ibn Kathir, ayat ini memberikan petunjuk bahawa manusia apabila menjelang usia 40 tahun hendaklah memperbaharui taubat dan kembali kepada Allah 'Azza wa Jalla dengan bersungguh-sungguh.


Usia 40 tahun disebut dengan jelas dalam ayat ini. Pada usia inilah manusia mencapai puncak kehidupannya baik dari segi fizikal, intelektual, emosi, mahupun spiritualnya.


Doa yang terdapat dalam ayat tersebut dianjurkan untuk dibaca oleh mereka yang berusia 40 tahun dan ke atas. Doa yang menggambarkan jiwa yang bersyukur dalam menerima nikmat yang sempurna, kecenderungan untuk beramal, yang telah mempunyai keluarga yang harmoni, kecenderungan untuk bertaubat dan kembali kepada Allah Ta'ala.


Dalam ayat yang lain.....


أَوَلَمْ نُعَمِّرْكُمْ مَا يَتَذَكَّرُ فِيْهِ مَنْ تَذَكَّرَ وَجَاءَكُمُ النَّذِيْرُ (٣٧)


Apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam tempoh yang cukup untuk berfikir bagi orang-orang yang mahu berfikir, dan (apakah tidak) datang kepadamu pemberi peringatan? 


Al Fathir: 37


عن مجاهد قال : سمعت ابن عباس يقول : العمر الذي أعذر الله إلى ابن آدم : ( أولم نعمركم ما يتذكر فيه من تذكر ) أربعون سنة .

Mujahid berkata, aku mendengar daripada Ibnu Abbas berkata :


" Usia yang Allah beri peringatan kepada anak Adam dengan 


( أَوَلَمْ نُعَمِّرْكُمْ مَا يَتَذَكَّرُ فِيْهِ مَنْ تَذَكَّرَ وَجَاءَكُمُ النَّذِيْرُ ) ialah 40 tahun.


عن مسروق أنه كان يقول : إذا بلغ أحدكم أربعين سنة ، فليأخذ حذره من الله عز وجل .


Masruq berkata :


" Apabila seorang kamu berumur 40 tahun, maka ambillah peringatan daripada Allah Azza wa Jalla ".


Usia 40 tahun adalah usia matang untuk kita bersungguh-sungguh dalam hidup. Mengumpulkan pengalaman, menajamkan hikmah dan kebijaksanaan, membuang kejahilan ketika usia muda, lebih berhati-hati, melihat sesuatu dengan hikmah dan penuh penelitian. Maka tidak hairan tokoh-tokoh pemimpin muncul secara matang pada usia ini. Bahkan Nabi SAW seperti yang disebut oleh Ibn ‘Abbas:


عن ابن عباس قال أنزل على رسول الله صلى الله عليه وسلم وهو ابن أربعين فأقام بمكة ثلاث عشرة وبالمدينة عشرا وتوفي وهو ابن ثلاث وستين قال أبو عيسى هذا حديث حسن صحيح


“Diturunkan wahyu Rasulullah SAW pada usianya 40 tahun, lalu baginda tinggal di Makkah 13 tahun dan di Madinah 10 tahun, dan wafat pada usianya 63 tahun".


HR Tirmizi

Ibnu Abbas RA dalam suatu riwayat berkata:


من أتى عليه أربعون سنة ولم يغلب خيره شره فليتجهز إلى النار


“Barangsiapa mencapai usia 40 tahun dan amal kebajikannya tidak mantap dan tidak dapat mengalahkan amal keburukannya, maka hendaklah ia bersiap-siap ke neraka.”


Imam asy-Syafi’i tatkala mencapai usia 40 tahun, beliau berjalan sambil memakai tongkat. Jika ditanya, jawab beliau, “Agar aku ingat bahwa aku adalah musafir. 


( قيل للشافعي - رحمه الله - : ما لَكَ تُكثر من إمساك العصا وأنت لست بضعيف ؟ قال : لأتذكر أني مسافر )


Justeru...apa yang perlu dilakukan menjelang usia 40 tahun...


1. Meneguhkan tujuan hidup

2. Meningkatkan kekuatan ruhiyyah

3. Menjadikan uban sebagai peringatan

4. Memperbanyak bersyukur

5. Menjaga makan dan tidur 

6. Menjaga istiqamah dalam ibadah dan perjuangan.     


Sedikit tazkirah... Khas utk kita yg ke arah, di alam,  di hujung dan telah melewati 40an.

Thursday, 24 October 2024

EMPAT WAKTU PENUH KEBERKATAN

 



Empat Waktu Penuh Keberkatan


1. Pertama, menjelang azan Subuh. 

2. Kedua, setelah solat Subuh sampai terbit matahari

3. Ketiga, menjelang azan Maghrib

4. Keempat setelah solat Maghrib sampai solat Isyak

5. Pesanan dari Al Habib Quraisy Baharum, sesiapa yang betul-betul menjaga dan memperhatikan empat waktu ini, kerana kebanyakan manusia begitu banyak lalai, mengabaikan keberkatan dan kelebihannya, banyak bersikap sambil lewa kerana kesibukan kerja dan urusan hidup seharian.

6. Pada hal keempat-empat waktu ini sangat besar manfaatnya kepada kehidupan kita. Jika kita mampu dan berupaya menjaganya dengan baik dan serius memperhatikannya dalam hidup seharian kita, maka Allah akan mengurniakannya banyak kelebihan. 


7. Antara kelebihannya adalah...

● Hari yang dillaluinya akan penuh dengan keberkatan dan kerahmatan daripada Allah SWT.

● Segala dosanya akan diampunkan oleh Allah SWT Yang Maha Mengampunkan

● Pahala dan ganjaran dari ibadah dan kebaikannya akan dilipatgandakan oleh Allah SWT.

● Doanya akan dimakbulkan oleh Allah

● Keluarganya akan diberikan sakinah oleh Allah SWT

● Dikurniakan anak-anak yang soleh dan solehah 

● Rezekinya akan diluaskan

● Hatinya sentiasa lapang, jiwanya sentiasa tenang

● Diberikan  banyak hikmah dalam hidup

● Mendapat kematian yang husnol khotimah

8.  Moga kita lebih lebih cermat menyusun waktu dan rutin harian, apa lagi bagi kita yang sudah melepasi zaman  keterikatan dengan waktu kerja lapan pagi hingga lima petang. Moga masih ada ruang untuk kita sentiasa memperbaiki keadaan hidup kita yang semakin pendek ini. Amin

DOSA DI TANGGA MASJID

 


DOSA DI TANGGA MASJID


*Nak sentuh perkara kecil sahaja.* Begini ceritanya....Jumaat lepas ketika ke masjid, saya berhenti di tangga utama masjid memerhati mereka yang datang ke masjid untuk solat Jumaat. 


*Di tangga masjid telah banyak kasut dan selipar diletak dekat tangga oleh orang yang datang awal.* Seorang jemaah yang tiba saya lihat menolak kasut dan selipar dengan kakinya di tangga untuk meletak kasutnya. Datang seorang lagi pun serupa juga, *habis lintang pukang kasut orang yang datang awal.*

Seorang ustaz tiba-tiba menepuk bahu saya dan bertanya apa yang saya sedang fikirkan. 

*Saya pun bertanya dia :* 

*Tidakkah berdosa perbuatan mereka menolak kasut orang lain kerana nak letak kasut sendiri?*

Ustaz ini senyum sambil berkata,  *berdosa* kerana mereka yang datang awal telah mendapat tempat itu *sebagai haknya,* sama seperti dia mendapat hak di dalam masjid. 

*Mereka yang menolak kasut orang itu mementing diri.* Awak datang lewat, carilah tempat yang kosong untuk letak kasut. Yang terlebih baik, kasut disusun dalam susunan yang tertib, tidak berselerak. *Jom kita ubah.*

*Niat sudah baik untuk bersolat,* tetapi disertai *perbuatan dosa.* Ianya kecil, tetapi mungkin menyakiti hati orang lain. Kadang kita tidak sedar kita mengumpul dosa. 

*FIKIRKANLAH.. MEREKA YANG BERUSAHA MENJADI BAIK, MESTILAH MEMIKIRKAN DOSANYA WALAUPUN KECIL..*


*Wallahu'alam.. Moga bermanfaat.. Aamiin..*


Monday, 11 October 2021

KEMANISAN IMAN

 


KEMANISAN IMAN


عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ ثَلَاثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ حَلَاوَةَ الْإِيمَانِ أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْءَ لَا يُحِبُّهُ إِلَّا لِلَّهِ وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُودَ فِي الْكُفْرِ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِي النَّارِ

Daripada Anas bin Malik dari Nabi SAW, baginda bersabda: "Tiga perkara yang apabila ada pada diri seseorang, ia akan mendapatkan manisnya iman: Dijadikannya Allah dan Rasul-Nya lebih dicintainya dari selain keduanya. Jika ia mencintai seseorang, dia tidak mencintainya kecuali kerana Allah. Dia benci kembali kepada kekufuran seperti dia benci bila dilempar ke neraka"(HR Bukhari No: 15) Status: Hadis Sahih


Pengajaran:


1.  Tiga perkara jika dimiliki akan menjadikan seseorang mendapat kemanisan iman:


a.  Allah dan Rasul-Nya lebih dicintai dari segala-galanya di dunia.


b.  Mencintai seseorang hanya kerana Allah.


c.  Tidak suka kembali kepada kekufuran setelah Allah menyelamatkannya, sebagaimana ia tidak mahu untuk dicampakkan ke dalam api neraka.


2.  Mencintai Rasulullah SAW mewajibkan adanya penghormatan, ketundukan dan mengikuti serta mencontohi apa yang dilakukan oleh baginda (mengagungkan sunnahnya).


Allah berfirman:

قُلۡ إِن كُنتُمۡ تُحِبُّونَ ٱللَّهَ فَٱتَّبِعُونِي يُحۡبِبۡكُمُ ٱللَّهُ وَيَغۡفِرۡ لَكُمۡ ذُنُوبَكُمۡۚ وَٱللَّهُ غَفُورٞ رَّحِيمٞ ٣١ 

“Katakanlah: ‘Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, nescaya Allah akan mencintai kamu dan mengampuni dosa-dosamu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.’” [Ali ‘Imran: 31]


Ibnu Katsir ketika menafsirkan ayat ini menyatakan: “Ayat ini adalah pemutus hukum bagi setiap orang yang mengaku mencintai Allah namun tidak mahu menempuh jalan yang dilalui Rasulullah SAW, maka orang itu dusta dalam pengakuannya sehinggalah ia mengikuti syariat dan agama yang dibawa Rasulullah SAW dalam semua ucapan dan perbuatannya.” 


3.  Di antara tanda cinta kepada Rasulullah SAW adalah dengan mengamalkan Sunnahnya, menghidupkan, dan mengajak kaum Muslimin untuk mengamalkannya, serta berjuang membela As-Sunnah dari orang-orang yang mengingkari As-Sunnah dan melecehkannya. Termasuk cinta kepada Nabi SAW adalah menolak dan mengingkari semua bentuk bid’ah yang menyesatkan.


4.  Mencintai seseorang adalah semata-mata kerana Allah. Ibnul Qayyim al-Jauziyyah berkata: “Setiap kecintaan dan pengagungan kepada manusia hanya dibolehkan dalam rangka mengikuti kecintaan dan pengagungan kepada Allah. Mencintai dan mengagungkan Rasulullah SAW  adalah penyempurnaan kecintaan dan pengagungan kepada Allah”. 

 Sumber

1 Hari 1 Hadith


🎋 _*Buat tanpa tapi....*_ 

       _*Lakukan tanpa nanti....*_


_Wassalam_


12hb Oktober  2021

05hb Rabiul Awal 1443H

Monday, 27 September 2021

3 JENIS KAKI SEMBANG YANG RASULLULLAH SAW PALING BENCI

3 JENIS KAKI SEMBANG YANG RASULLULLAH SAW PALING BENCI

 

.

1.    "Thartharun", iaitu golongan yang sembang kencang atau cakap berjela-jela yang tidak berfaedah. Mereka ini biasanya suka mencelah percakapan orang lain dan gemar menguasai perbualan tanpa memberi ruang kepada orang lain bercakap. 

.

2.    "Mutasyaddiqun", iaitu golongan yang suka bercakap dengan gaya yang merendahkan atau meremehkan orang lain.

.

3.    "Mutafayhiqun", iaitu golongan yang bila bercakap, suka cerita tentang dirinya sahaja untuk tonjolkan dirinya lebih dari orang lain.

.

Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda:

.

أَبغَضَكُمْ إِليَّ وَأبْعَدَكُمْ مِني مَجْلساً يَومَ القِيامةِ: الثَّرْثَارونَ، والـمُتَشَدِّقُونَ، وَالـمُتَفَيْهِقُون

.

“Sesungguhnya orang yang paling aku benci dan paling jauh kedudukannya daripadaku pada hari Kiamat ialah orang yang paling lebat sembangnya, orang yang suka memperolok orang lain dan orang yang sombong bicaranya.” [riwayat al-Tirmidzi].

.

Kredit : Dr. Kamilin Jamilin

Tuesday, 21 September 2021

TANDA-TANDA SIFAT SOMBONG


 TANDA-TANDA SIFAT SOMBONG dapat dikesan melalui pergaulan sesama manusia iaitu samada sombong keterlaluan, sederhana atau ringan.


Terdapat 26 tanda–tanda sifat sombong iaitu :


1. *Payah Terima pandangan/Nasihat orang lain* sekalipun hatinya merasakan pandangan orang itu adalah lebih baik


2. *Mudah marah* – Bila berlaku perbincangan dua hala, cepat naik darah kalau ada tersilap.


3. Memilih kawan – Suka berkawan dengan sama taraf sahaja.


4. Bahkan dengan orang sama taraf dengannya masih di pilih-pilih lagi, yakni dia suka orang yang mahu dengar katanya.


5. *Memandang Hina Orang Lain/golongan  bawahan*


6. Dalam perbincangan, dia suka meninggikan suara atau menguatkan suara lebih daripada yang diperlukan.


7. Dalam pergaulan, dia suka kata-katanya didengari, diambil perhatian dan diikuti. Sebaliknya dia sendiri susah hendak dengar cakap orang lain.


8. Dalam pergaulan dia sahaja yang bercakap. Kalau ada orang lain bercakap, dia suka memotong percakapan orang lain.


9. Kalau dia jadi pemimpin, dia memimpin dengan kasar dan keras terhadap pengikutnya dan orang bawahannya.


10. Susah memberikan kemaafan kepada orang lain yang tersilap dengannya.


11. Kalau dia yang bersalah, susah hendak minta maaf.


12. Dia suka dihormati.


13. Suka menzalimi orang samada secara halus atau kasar.


14. *Kurang bermesra/bergaul/bersosial dengan orang kecuali terpaksa kerana perlukan orang itu*


15. *Suka memperkatakan keburukan orang seperti mengumpat* , memfitnah, serta membenci orang


16. Kurang menghormati pemberian orang.


17. Suka *cerita kelebihan sendiri*


18. Suka menghina dan menjatuhkan air muka orang di hadapan orang lain.


19. Kurang menikmati nikmat Allah s.w.t. Kalau ada, dibazirkan.


20. Kalau berdiri lebih suka bercekak pinggang. Kalau bercakap menepuk-nepuk meja.


21. Kurang memberi simpati kepada orang lain kecuali dengan tujuan sebaliknya.


22. Kurang minat menerima tetamu atau tidak suka menjadi tetamu orang.


23. Tidak suka menyebut kelebihan orang lain kerana takut mencabar dirinya.


24. Kesalahan-kesalahan orang lain dibesar-besarkan sedangkan kesalahan diri sendiri didiamkan.


25. Sangat tidak senang dengan kejayaan orang lain.


26. Dia sangat tersinggung kalau orang sebut kelebihan orang lain di depannya. Tetapi kalau dia dipuji , dia berasa bangga dan senang hati.


SOMBONG itu ada 3 jenis..??


1. Sombong terhadap Allah swt

; iaitu enggan mematuhi semua yang diperintah oleh Allah seperti Firaun, Namrud dan semua manusia yang mendakwa diri mereka bersifat Uluhiyyah.


2. Sombong terhadap Rasul

; tidak mengikut ajaran yang dibawa mereka dan tidak beriman kepada mereka.


3. Sombong terhadap makhluk

; iaitu seperti membangga diri adalah terbaik, menghina makhluk lain merasa diri adalah lebih bagus dari yang lain atau sifat yang sama sepertinya.


Sifat sombong sangat bahaya kerana bilamana sifat ini wujud di dalam jiwa,ia boleh menghalanginya dari syurga, sebagaimana dalam sebuah hadis


Rasulullah ﷺ


ﻻ ﻳﺪﺧﻞُ ﺍﻟﺠﻨَّﺔَ ﻣﻦ ﻛﺎﻥ ﻓﻲ ﻗﻠﺒِﻪ ﻣﺜﻘﺎﻝُ ﺫﺭَّﺓٍ ﻣﻦ ﻛِﺒﺮٍ


"Tak akan masuk syurga sesiapa sahaja didalam hatinya mempunyai sifat kesombongan, walaupun sebesar biji sawi." (HR Muslim- Hadis daripada Abdullah Bin Mas’ud)


Nabi SAW memberikan perumpamaan yang paling kecil daripada bahaya sombong itu, walaupun sebesar biji sawi, tidak akan masuk syurga kata Nabi SAW